UA-97896883-1
  • TKI Taiwan

    Kerja 6 Tahun Dimajikan yang Sama, TKW Taiwan Ini Berbuntut Vonis Penjara 2 Tahun dan Denda NT10 Ribu,Ini Penyebabnya

    dok:suarabmi.net

    NewsBMI– Kisah tidak mengenakkan dialami oleh Ngadiyati TKW Bumi Ayu Cilacap Jateng. Ia sebenarnya telah 6 tahun bekerja pada majikan yang sama
    dengan system Direct Hiring, namun kini nasibnya tak jelas karena
    tuduhan majikan telah mencuri 5 buah barang antik milik majikannya.

    Ngadiyati dilaporkan ke Polisi dan disidang di pengadilan tanpa pendampingan siapapun bahkan tanpa belaan dari KDEI Taiwan.

    Alhasil dengan keterbatasan kemampuan bicara bahasa mandarinnya, ia divonis 2
    tahun penjara dan denda NT$ 10.000 setelah persidangannya yang ke dua,
    namun aneh nya ia tak dipenjara.

    Ngadiyati sebagaimana dirilis SPA tinggal di agensi yang menanunginya, ASIAN
    GLORY HUMAN RESOURCES MANAGEMENT & CONSULT CORP, ia tak boleh kerja
    dan tak boleh pulang ke Indonesia sebelum membayar dendanya sebesar NT$
    10.000 dan biaya tiket kepulangannya.

    “Ada sebuah keganjalan dalam kasus ini karena si korban tidak di penjara
    karna pihak majikan menarik tuntutan ( versi cerita agensi ) Dan yang
    terjadi sekarang nasib dia terkatung katung tidak menentu.Tidak di penjara tidak dapat bekerja dan TIDAK DAPAT PULANG KE TANAH AIR”
    Tulis member anggota GANAS SPA.
    “Bagaimana
    bisa membayar denda dan membeli tiket untuk pulang sedangkan dia
    sendiri tidak bekerja dan untuk hidup sehari hari harus dari kantong
    pribadinya” Lanjutnya

    Saat ini Ngadiyati membutuhkan NT$ 23.000 untuk pulang ke Indonesia guna
    membayar denda dan tiket. Ngadi yang tak pernah mendapatkan bantuan dari
    KDEI maupaun LBH lainnya ini hanya bisa berharap bisa secepatnya
    pulang. #Bagi yang mau membantu silahkan…!

    dok:suarabmi.net

    Sumber: suarabmi.net

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TKI arab Saudi TKI bermasalah

    SISTEM SYARIKAH MENGAKIBATKAN NINGSIH MENJADI KORBAN TRAFFICKING

    SISTEM SYARIKAH MENGAKIBATKAN NINGSIH MENJADI KORBAN TRAFFICKING

    Pukul 01.25 WIB atau sekitar pukul 21.25 waktu Riyadh Arab Saudi, di penampungan Syarikah Arco, Ningsih (44) buruh migran asal Kabupaten Sukabumi mengeluh dengan kondisi kerjanya yang sangat buruk. Baru sepuluh bulan bekerja, ia sudah 7 kali pindah majikan. 2 dari 7 majikan tersebut memperlakukannya seperti budak pemuas napsu.

    Tangisannya menunjukkan situasi batin yang sangat tertekan, berkali-kali ia menyampaikan tidak mau bekerja lagi karena takut, ia merasa harga dirinya direndahkan. Ia hanya ingin bekerja mencari duit yang halal. Ia tidak ingin punya uang banyak milyaran tetapi diperoleh dengan cara yang tidak halal. Ia tidak terima dengan perlakuan majikannya itu. Ia ingin pemerintah berbuat sesuatu untuk melindunginya. 

    “Pak tolong saya, saya trauma kerja disini, saya tidak terima,” pintanya kepada pengurus SBMI (19/10/2017.

    Diterangkan, sebelumnya ia pernah bekerja selama lebih dari tiga tahun di Suriah, meskipun bekerja sebagai PRT, ia merasa nyaman saja, merasa terhormat karena tidak ada perlakuan yang merendahkannya. Namun baru 10 bulan bekerja di Arab Saudi, ia merasa tidak tahan seperti di neraka.

    Buruh migran yang ditempatkan oleh PT Bahana Timur Megah ini juga mengeluhkan layanan Syarikah Agen Arco. Alih-alih melindungi justeru malah menuduhnya melakukan hubungan perzinahan, mau sama mau.

    Bobi menduga Ningsih ditempatkan tidak prosedur karena tidak terdata dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri yang dikelola oleh BNP2TKI.

    “Malam ini juga, kami dari Dewan Pimpinan Nasional Serikat Buruh Migran Indonesia, langsung melayangkan surat kepada KBRI Riyadh Arab Saudi agar bertindak untuk melindungi hak dan kepentingan Ningsih,” tegas Sekjen SBMI.

    Selain itu ia berkoordinasi dengan SBMI Arab Saudi dan SBMI Sukabumi untuk melaporkan dugaan tindak pidana perdagangan orang ini kepada instansi terkait.

    Sumber: sbmi.or.id

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Info TKI TKI Taiwan

    Polisi Berhasil Memecahkan Kasus Mayat TKI yang Dibuang di Chiayi Bernama SAMSUL KARIMULLAH

    Dok majalah holiday

    Seorang TKA asal Indonesia Samsul Karimullah, tanggal 23 bulan lalu menuju Chiayi untuk bekerja, namun baru bekerja sehari tiba-tiba meninggal tanpa diketahui penyebabnya, tanggal 28 ditemukan jasadnya dalam keadaan tangan dan kakinya terikat, mayat ditinggalkan begitu saja di tanggul Bazhang Chiayi, polisi kemarin berhasil menemukan tersangka bermarga Chen mandor TKA yang membuang mayat, beberapa TKA asal Indonesia untuk bisa memecahkan kasus ini, tak disangka mereka tidak mengenal almarhum, membuat polisi mengeluh berhasil memecahkan kasus namun tidak mengetahui identitas almarhum, namun untungnya identitas almarhum akhirnya bisa diketahui.
    Kasus pembuangan mayat kali ini benar-benar repot! Staf polisi mengatakan, karena almarhum tidak memiliki dokumen, tubuhnya sudah membusuk, tidak bisa diambil sidik jarinya, penyebab kematian tak diketahui, tanggal kematian tak diketahui, ditambah lagi tempat pembuangan mayat terpencil, disekitar tidak ada CCTV, membuat kasus ini sulit diselidiki, hanya bisa menuju pabrik sekitar untuk mencaritahu apakah ada TKA yang hilang, sehingga kasus ini menemui jalan buntu.

    Dok majalah holiday


    Kepolisian Chiayi cabang Shuishang melakukan investigasi, didukung penuh oleh kepolisian kabupaten, melalui penelitian ilmiah berdasarkan suhu udara saat itu, korban diperkirakan telah meninggal selama 5 hari, selain itu mengakses CCTV terdekat.

    Dok majalah holiday


    Kepolisian Shuishang mengatakan, di lokasi tidak terdapat CCTV, setelah kejadian tersebut, hanya bisa mengakses semua CCTV dalam radius 5 km, polisi memelototi rekaman CCTV hingga mata kabur, akhirnya di sebuah CCTV terlihat sebuah mobil van yang mencurigakan, tanggal 24 September sekitar pukul 4 dini hari mobil tersebut lewat, kemudian setelah ditelusuri berhasil menemukan mandor bermarga Chen, dan membawa TKA asal Indonesia.

    Dok majalah holiday


    Polisi mengatakan, saat jenasah ditemukan tidak terlihat bekas luka, tangan dan kaki juga tidak ditemukan bekas luka perlawanan, dipastikan tangan dan kaki diikat setelah almarhum meninggal, dari hasil analisa kain tenun yang dikenakan jelas ia adalah TKA, setelah kejadian terbukti benar, para TKI di Taiwan mengatakan mengenakan sarung merupakan kebiasaan di Indonesia, namun almarhum baru bekerja sehari di Chiayi, identitasnya tak ada yang tahu, membuat polisi pusing.

    Dok majalah holiday


    Sampai akhirnya kemarin malam ada TKA yang membantu, mendapatkan kabar bahwa paspor almarhum berada di Taichung sebuah kantor yang mengurusi TKA yang tidak diketahui keberadaannya, akhirnya dipastikan bahwa TKA asal Indonesia tersebut bernama SAMSUL KARIMULLAH yang datang ke Taiwan pada tanggal 19 bulan lalu.

    Sumber : majalah-holiday.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TKI Korea

    Jenazah TKI Sragen Tewas di Korea Tiba Malam Ini, Penyebab Kematian Belum Diketahui

    Ilustrasi mayat

    Jenazah TKI asal Kalijambe, Sragen, yang tewas di Korea Selatan akan tiba di Bandara Adi Sucipto pukul 21.00 WIB.

    SRAGEN-Jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Rejosari RT 006, Desa Donoyudan, Kalijambe, Sragen, Agung Cahyono, 24, yang meninggal dunia di Korea Selatan bakal tiba di Tanah Air pada Selasa (17/10/2017) malam.

    Jenazah diterbangkan dari Korea Selatan ke Indonesia dan dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada pukul 21.00 WIB. Kepastian kepulangan jenazah tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Pudjiatmoko, saat dihubungi Solopos.com, Selasa siang.

    Mantan Camat Gemolong itu sudah memerintahkan bawahannya untuk ikut menjemput jenazah TKI tersebut. “Ya, dari Dinasker nanti ada empat orang dengan membawa mobil sendiri. Tentunya petugas Disnaker sudah berkoordinasi dengan keluarga untuk penjemputan ke bandara Jogja. Saya tidak bisa ikut karena ada kepentingan lain. Untuk sakitnya apa belum diketahui karena masih menunggu hasil autopsi atau keterangan medis yang menyertai jenazah,” ujar Pudjiatmoko.

    Kasi Informasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sragen, Suyono, mengaku ikut menjemput jenazah ke bandara Jogja. Suyono juga belum mengetahui penyakit yang diderita TKI tersebut.

    “Biasanya jenazah yang pulang itu sudah disertai surat-surat medis dan surat lainnya terkait hak-hak jenazah. Kami nanti berangkat bersama polisi juga. Informasinya, jenazah akan dimakamkan besok [Rabu, 18/10/2017],” ujarnya.

    Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kalijambe Sragen, Agus Subagyo, menyampaikan jenazah diperkirakan tiba di rumah duka pada pukul 22.00 WIB. Dia menyampaikan keluarga dan masyarakat sekitar sudah persiapan untuk penyambutan jenazah.

    “Bahkan dari Disnaker dan Dinas Sosial sudah menyodorkan blangko administrasi untuk mendapatkan bantuan. Kajang sudah berdiri di depan rumah duka. Dari keterangan Kades Donoyudan, Agung memiliki riwayat darah tinggi. Tidak ada indikasi penganiayaan sehingga Agung meninggal karena sakit,” imbuhnya.

    Sumber: solopos.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TKI malaysia

    Aida Tursinawati TKW di Malaysia Dibacok Pakai Parang, Begini Respon Netizen

    Aida Tursinawati

    NewsBMI- Kematian Aida Tursinawati (44), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Citugu, RT 03/11, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menimbulkan luka mendalam di kalangan teman-temannya yang juga bekerja di Malaysia.

    Berdasarkan penelusuran Tribun Pekanbaru, Akun Facebook Revan Revan pada 14 Oktober pukul 12.43 waktu Malaysia, menuliskan rasa kehilangannya.

    Berikut unggahannya:

    “Selamat jalan sahabatku sayang…smoga Segala Amal Ibadahmu di trima oleh Allah SWT
    Dilapangkan kuburnya.. Dan di tempatkn bersama orng” yg beriman
    Dan untk keluarga dan sahabat yg di tinggalkn
    Smoga di berikn ketabahan…
    Hanya do’a yg slalu ku panjatkn smoga almarhumah tenang di alam sana…. Amiiin.. Aku akn selalu mengenangmu di setiap do’a”ku sahabatku AIDA TURSINAWATI ###”

    Sebagaimana diberitakan Tribun Pekanbaru sebelumnya, Aida Tursinawati dibunuh ketika dia sedang membersihkan rumah di Kampung Tersusun Tasik, Bercham, Ipoh, Malaysia.

    Ia dibunuh anak majikannya pada 9 Oktober 2017 pukul 15.00 waktu Malaysia.

    Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada jasad Aida Tursinawati ditemukan luka di wajah dan punggung.

    Selain itu, tiga jarinya putus, diduga dengan menggunakan parang.

    Menanggapi kabar duka ini, sejumlah Netizen memberikan komentar di akun Revan Revan.

    Berikut komentarnya:

    Dinda Dicky: “Punye eth eta d makam keun na di indon sanes”

    Revan Revan: “Iya”

    Dinda Dicky: “Punye oooh atoz d cndak uih mern”

    Revan Revan: “Atos”

    Cukup Kita Ajah: “Semoga tmen kka cyank tenang d sna.. iman islamny d terima d sisi allah”

    Revan Revan: “Amiin synk…”

    Arjun Cinta Damai: “Semoga Almrhum Tenang d alm sana,,,,Amin”

    Revan Revan: “Amiin”

    Aura Ardika: “Saha teh eta asa hnteu apal…”

    Revan Revan: “Tmnku di malaysia bu”

    Aura Ardika: “Ooohh…pantesan hnte apal”

    Anna Spa: “wa,, kya bru liat..”

    Revan Revan: “Tmn d malay yg orng bogor itu,”

    Ikauntika Tatang: “Kunaon meninggalna..??”

    Revan Revan: “di bacok pke parang bu”

    Ikauntika Tatang: “Iih ngeri…di bacok dmn ??”

    Revan Revan: “Blm tau bener bu di mna!!”

    Yyah Mmhnya Dillah Nurfadhillah: “Ini benar bu Aida tursinawsti kan bu Revan Revan”

    Revan Revan: “Iya bu..”

    Yyah Mmhnya Dillah Nurfadhillah: “Innalillahi wa ina illaihi rojiun…”

    Yati Suryati: “inalilahi…dibacok ku saha bu….”

    Mizi Ipoh: “Semoga arwah ditempatkan bersama orang-orang yang beriman”

    Mizi Ipoh: “Sy kwn terdkt ny di malaysia.jenazah msih di hospital ipoh.dn msih dlm siasatan polis”

    Revan Revan: “Bang, punya foto aida tk msa di hospital, dan punya foto azizi tk boleh kirim ke sy”

    Mizi Ipoh: “Polis msih blm benar kn sesiapa pun berjumpa dengan jenazah”

    Kabar duka kematian Aida Tursinawati (44), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Citugu, RT 03/11, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dikabarkan temannya melalui akun media sosial.

    Berdasarkan penelusuran Tribun Pekanbaru, akun Facebook Revan Revan pada 10 Oktober pukul 8.15, memposting kabar kematian Aida Tursinawati.

    Berikut unggahannya:

    “Ya Allah ya Robby,, knapa engkau memanggilnya bgitu cpt.. Aku blm siap kehilangan dia.. dia sahabat terbaikku
    Ya Allah.. Hanya doa yg aku panjatkn smoga dia tenang di alam sana dan mendapatkn tmpt yg terbaik di sisimu.. Amiin
    Selamat jln sahabatku sayang.. I love you… ”

    Dalam kolom komentar, akun Facebook Revan Revan menulis, Aida Tursinawati meninggal akibat dibacok pakai parang.

    Akun Facebook Kelola Mizi Ipoh, menyebutkan ia adalah kawan terdekat Aida Tursinawati di Malaysia.

    Ia menyebut, kasus pembunuhan Aida Tursinawati, masih dalam penyelidikan polisi Malaysia di Ipoh.

    Pada 10 Oktober pukul 10.38, akun Facebook Revan Revan, membagikan link berita pembunuhan di Ipoh, yang diduga korbannya adalah Aida Tursinawati.

    Berita berjudul Selamba ke balai polis mengaku membunuh dimuat hmetro.com.my pada 9 Oktober 2017 pukul 19.45 waktu Malaysia.

    Dalam berita itu disebutkan, seorang pembantu warga Indonesia berusia 40-an (Aida Tursinawati, red), dibunuh anak majikannya pada 9 Oktober 2017 pukul 15.00 waktu Malaysia.
    Aida Tursinawati dibunuh ketika dia sedang membersihkan rumah di Kampung Tersusun Tasik, Bercham, Ipoh, Malaysia.

    Kepala Polisi Ipoh Ajun Komisioner Polisi Sum Chang Keong, mengatakan, tersangka berusia 34 tahun, datang sendiri ke kanto polisi Bercham pada pukul 15.30 waktu Malaysia.

    Dia memberitahu polisi bahwa dia sudah membunuh seorang wanita yang datang untuk membersihkan rumah.

    Mendengar pengakuan itu, polisi lalu bergegas ke lokasi kejadian dan mendapati mayat wanita dalam keadaan terlentang berpakaian lengkap di antara ruang tamu dan dapur rumah tersebut.

    Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada jasad Aida Tursinawati ditemukan luka di wajah dan punggung.

    Selain itu, tiga jarinya putus, diduga dengan menggunakan parang.

    “Hasil pemeriksaan awal, korban datang ke rumah itu untuk membersihkan rumah, seusai dipanggil keluarga pelaku. Saat kejadian, korban hanya berdusa saja dengan pelaku di dalam rumah,” katanya.

    Saat ini, katanya, pelaku sudah ditahan beserta barang bukti (parang, red) yang ditemukan di luar rumah.

    “Berdasarkan penjelasan keluarganya, pelaku dipercayai mempunyai masalah mental. Namun hal itu hanya boleh disahkan setelah pelaku menjalani pemeriksaan kesehatan,” tambah Sum Chang Keong. (nto)

    Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Korea TKI Korea

    Sudah 3 Kepala BNP2TKI Gagal Benahi Pungli Calon TKI Korea

    Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid dan Direktur G to G BNP2TKI, Hariyadi berfose bersama CTKI Korea

    BREBES – Janji Presiden Joko Widodo saat baru menjabat sebagai kepala negara memerintahkan aksi pemberangusan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) belum terpenuhi. Presiden berjanji akan melakukan tindakan tegas dalam melakukan pemberantasan pungli. Akan tetapi menurut Koordinator Advokasi dan Bantuan Hukum KOMBES, Jamaludin Suryahadikusuma menyatakan bahwa praktek pungli terhadap calon TKI Korea faktanya masih berlangsung hingga kini.

    “Pungli terhadap calon TKI Korea sejak jaman Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat hingga sekarang dipimpin Nusron Wahid masih berlangsung. Dari beberapa kuisioner di beberapa daerah dan diskusi TKI di Korea hampir mayoritas para TKI yang bekerja di Korea selatan mengeluarkan biaya ekonomi tinggi (high cost economy). Artinya dibalik keberhasilan para TKI di Korea Selatan sesungguhnya telah mengalami eksploitasi,” tegas Jamal di Brebes, Selasa (26/9/2017).

    KOMBES BREBES mencatat, beban biaya resmi yang dibayarkan oleh Calon TKI Korea dimulai saat mengikuti Prelemenary Training, dan juga biaya tidak resmi yang diminta oleh LPK sebagai lembaga pelatihan bahasa yang mencapai puluhan juta dan nilainya bervariasi. Banyak orang tua calon TKI yang akhirnya terpaksa menjual tanah, sawah ataupun akhirnya sertifikat tanahnya menjadi jaminan untuk dana pinjaman. Lalu dimana peran pemerintah untuk membantu program pembiayaan TKI ?

    Jamal menjelaskan, persoalan pungli ini sebenarnya juga di ketahui BNP2TKI, karena saat validasi petugas BNP2TKI juga memberikan kuisioner kepada CTKI dan hasilnya banyak CTKI di bebani biaya tinggi oleh LPK, sayangnya hasil tersebut tidak di tindak lanjuti oleh BNP2TKI.

    BNP2TKI sepertinya tidak berdaya dan tidak mempunyai kemauan untuk melakukan pembenahan. Padahal Direktur Penempatan pemerintah, Hariyadi sering melakukan pertemuan dengan pihak LPK terkait cost struktur pembiayaan di LPK. Pada pertemuan tanggal 9 Desember 2014 di website BNP2TKI, Hariyadi bersama dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) berjanji akan membahas tingginya biaya yang dipungut LPK. Tujuan pertemuan itu untuk menentukan standar biaya yang layak dalam pelatihan.

    “Inti pertemuan itu jangan sampai biaya pelatihan keterampilan bahasa itu memberatkan bagi TKI, tapi faktanya tidak ada realisasi,” tegas Jamal.

    Mantan Anggota Satgas TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini menuturkan bahwa kondisi ini berbanding terbalik dengan kontribusi devisa TKI yang begitu dari Korea selatan yaitu yang mencapai Rp2,6 Triliun per tahun. Semestinya harus ada peningkatan pelayanan dan perlindungannya terutama saat pra penempatan. Dan ini sangat miris karena justru permasalahan ada di dalam negeri. (Teb)

    Artikel ini telah Tayang Di kesbang.com pada 26 Sept 2017

    Dengan judul: Sudah 3 Kepala BNP2TKI Gagal Benahi Pungli Calon TKI Korea

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TKI malaysia

    Ini Jati Diri BMI Yang Dibunuh Secara Sadis Dan Dipotong 3 Jarinya

    Imeg Source: apakabaronline

    BOGOR – Peristiwa pembunuhan yang terjadi di kawasan Kampung Tersusun Tasek IPOH Malaysia Senin (09/10) jam 2:30 petang kemarin mulai menemukan titik terang. Korbannya seorang BMI yang waktu itu tidak disebutkan namanya, berusia 40 tahun, kini telah dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan jenazahnya.

    Jatidiri korban terungkap. Korban diketahui bernama Aidah Tursinawati, warga Kampung Citugu, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Jenazah Korban tiba di kampung halamannya pada Sabtu, 14 Oktober 2017, dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB dan dimakamkan di kompek pemakaman desa setempat sesaat setelah matahari terbit hari itu juga.

    Dilansir dari Viva.com, S kakak korban saat ditanyai perihal penyebab meninggalnya korban tidak bersedia memberikan keterangan.

    “Saya sebagai juru bicara keluarga diminta jangan dulu memberikan keterangan sebelum ada keterangan dari Kemenlu,” ujarnya kepada awak media.

    Saat dimintai keterangan, seorang warga yang tinggal di samping rumah keluarga korban, T, sedikit mengetahui penyebab kematian almarhumah.

    Menurutnya, korban diduga dibunuh oleh anak tirinya di Malaysia. Anak tersebut memiliki dendam kepada Aidah Tursinawati yang dinikahi orang tuanya. Namun, informasi dari tetangga TKI ini belum terkonfirmasi.

    “Saya dengar dia dinikahi sama majikannya. Tidak tahu kenapa anaknya dendam,” kata T.

    Saat dipulangkan, jenazah Aidah Tursinawati dalam keadaan mengenaskan. T mengungkapkan bagian kepala mengalami luka serius, lalu jari-jari tangan Aidah Tursinawati pun hilang. “Seperti itu keterangan dari keluarganya,” kata T.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh koresponden Apakabaronline.com di IPOH Malaysia sebagaimana yang telah diberitakan beberapa hari yang lalu, korban meninggal dunia akibat dianiaya secara sadis oleh laki-laki berusia 34 tahun. Korban mengalami luka memar di kepala bagian depan, kepala bagian belakang dan putus pada ketiga jarinya.

    Keterangan yang didapat di Malaysia, pelaku disebut majikan laki-laki korban. Sedangkan sumber di Bogor, yaitu tetangga korban, menyebut pelaku adalah anak dari suami korban.

    Berita ini telah Tayang Di apakabaronline.com 15/10/2017

    Dengan judul: Ini Jati Diri BMI Yang Dibunuh Secara Sadis Dan Dipotong 3 Jarinya

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Info TKI

    Disnaker Banyuwangi Larang TKI Gugat Cerai Suami Selama Kerja di LN

    Hingga September 2017, dari 3.000 buruh migran perempuan asal Banyuwangi yang berada di luar negeri, sekitar 30 persen diantaranya menceraikan sang suami setelah mendapatkan pekerjaan.

    Ilustrasi – Proses pemberangkatan calon buruh migran Indonesia. (Foto: ANTARA/M Rusman)

    Banyuwangi – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi Jawa Timur melarang buruh migran perempuan dari daerah itu menceraikan suaminya selama mereka bekerja di luar negeri. 
    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi Alam Suderajad mengatakan seluruh calon TKI asal Banyuwangi wajib membuat surat pernyataan tidak akan menceraikan suaminya selama berada di luar negeri.

    Alam Suderajad mengatakan larangan itu untuk meminimalkan angka perceraian di kalangakan TKI di Banyuwangi. Angka perceraian TKI di Banyuwangi setiap tahun meningkat.

    Alam mengatakan hingga September 2017, dari 3.000 buruh migran perempuan asal Banyuwangi yang berada di luar negeri, sekitar 30 persen diantaranya menceraikan sang suami setelah mendapatkan pekerjaan. Perceraian di kalangan TKI ini, kata Alam, sering disebut cerai susuk.

    “Sehingga harus ada pernyataan dari calon TKI bahwa ketika nanti bekerja di luar negeri tidak akan menggugat suaminya. Jadi ketika ada surat dari sana untuk menggugat cerai sumami, gugatan tidak bisa dilanjutkan karena sudah ada pernyataan itu. Ini salah satu langkah antisipasi kami,” kata Alam Suderajad, di Banyuwangi, Kamis (12/10/2017).

    Kewajiban membuat surat pernyataan itu mendapat reaksi keras dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banyuwangi. Ketua Dewan Pimpinan Cabangan SBMI Banyuwangi, Wawan Kuswanto Kadir menilai kebijakan Dinas Tenaga Kerja itu tidak tepat. Wawan mengatakan perceraian bisa disebabkan karena banyak faktor, dan tidak bisa hanya dibebankan kesalahan pada TKI.

    Wawan Kuswanto mengatakan salah satu faktor perceraian adalah adanya pengkhianatan dari suami di dalam negeri, ketika istrinya bekerja di luar negeri. Wawan berharap Pemerintah Banyuwangi bisa mempunyai langkah kongkrit lainya, untuk menangani tingginya angka perceraian di kalangan TKI. 

    Usulan itu, kata Wawan, antara lain adanya pembekalan pengelolaan keuangan terhadap keluarga TKI agar bisa hasil jerih payah anggota keluarga yang bekerja di lauar negeri.

    SBMI optimis langkah itu akan lebih efektif, ketimbang surat perjanjian tidak bercerai yang saat ini akan diterapkan terhadap calon TKI yang  bekerja ke luar negeri. 

    Sumber: kbr.id

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Info Buruh Info TKI TKI arab Saudi

    Kisah Pilu TKI Nuryati, 9 Tahun Disiksa Majikannya di Arab Saudi hingga Luka Permanen Sekujur Tubuh

    Dok:Okezone

    INDRAMAYU – Nasib malang menimpa Nuryati (30) warga Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg , Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sembilan tahun jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, ia kerap disiksa dan pulang ke Tanah Air dengan luka permanen di sekujur tubuhnya.

    Selama hampir sembilan tahun, Nuryati mengalami penyekapan dan diperlakukan layaknya budak oleh majikan perempuannya berinisial SA di Arab Saudi. Usai pulang ke kampung halamannya, ia pun mengadu ke DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu.

    Nuryati berangkat sebagai TKI ke Arab Saudi pada 21 Juni 2008 menggunakan jasa PT Arafa Duta Jasa. Awalnya, kata dia, majikan perempuannya tidak pernah berlaku kasar padanya, walaupun ia tidak diperbolehkan keluar rumah.

    Namun, setelah satu tahun bekerja, majikannya mulai memperlakukannya tidak manusiawi. “Selama sembilan tahun saya hanya diam di dalam rumah saja, ketika majikan saya keluar pintu rumah dikunci dari luar,” tutur Nuryati, Selasa (10/10/2017)

    Dok:Okezone

    Selama itu pula ia sering dipukul, ditampar dan bahkan kepalanya dibenturkan ke tembok oleh majikannya. Dibentak dan dimarahi sudah jadi makanan sehari-hari.

    Suatu ketika, cerita Nuryati, saat dirinya sedang tidur, ia terbangun karena mendengar majikannya sedang bertengkar. Tanpa sebab yang jelas, Nuryati disiram dengan cairan seperti bensin yang membakar bagian tangan, dada dan mengenai wajahnya.

    “Saya kaget dan panik sehingga saya langsung menceburkan diri ke kamar mandi,” tuturnya.

    Dok:Okezone

    Setelah kejadian itu, Nuryati hanya diobati dengan salap saja tanpa dibawa ke rumah sakit oleh majikannya. Mirisnya lagi, Nuryati hanya dikurung di kamar selama satu bulan.

    Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih menuturkan setelah menerima pengaduan dari Nuryati, pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan tim advokasi DPN SBMI di Jakarta. “Kami akan mengkaji dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum menyampaikan pengaduan ke BNP2TKI dan ke Kemenaker,” ungkapnya.

    Juwarih mengatakan Nuryati diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PT Arafa Duta Jasa pada 2008. Bekerja selama sembilan tahun hanya mendapat gaji kurang lebih sekira Rp121 juta, baik yang sudah dikirim sebelumnya maupun yang dibawa pada saat Nuryati pulang dari Arab Saudi.

    “Kami juga akan memperjuangkan sisa gaji yang belum dibayar oleh majikan sekira Rp180 juta lagi yang belum dibayar,”tambahnya.

    Sumber: news.okezone.com

    Silakan Komentar
    Published by: