UA-97896883-1
  • BNP2TKI

    BNP2TKI: Penempatan TKI Caregiver ke Taiwan Kini Tanpa Biaya

    Jakarta – BNP2TKI terus melakukan sejumlah terobosan dalam melakukan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI yakni, menempatkan TKI Caregiver ke Taiwan secara Zero Cost atau tanpa biaya yang merupakan terbosan terbaru dan pertama kali sepanjang sejarah.

    “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, BNP2TKI menempatkan TKI ke Taiwan secara Zero Cost alias tanpa biaya,” kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam konferensi pers di Ruang Rapat Gedung BNP2TKI, Jakarta, Senin (12/6/2017).

    Nusron mengatakan, ini adalah launching skema terbaru penempatan TKI ke Taiwan untuk jabatan Caregiver di rumah pasien dan zero cost. “Jadi, TKI tersebut tidak perlu lagi menanggung biaya pelatihan, pesawat dan biaya lainnya, dan juga tidak dikenakan agency fee. Pokoknya semua bebas biaya, dikarenakan biaya penempatannya telah ditanggung pengguna,” kata Nusron.

    Dijelaskannya, adapun komponen biaya yang ditanggung oleh pengguna meliputi biaya pelatihan, agency fee, ARC, medical check dan asuransi dengan waktu kerjanya 6 (enam) hari per minggu. “Jika pada hari Minggu dan hari libur nasional TKI diminta bekerja, maka akan diberikan gaji harian,” jelasnya.

    Lebih lanjut, secara simbolis BNP2TKI melepas keberangkatan 4 (empat) orang perawat untuk ditempatkan sebagai Caregiver ke Taiwan. Mereka adalah Ratna Sari (22) dan Tuti Setyaningsih (22) asal Banyumas, Nur Zaadah (22) asal Kebumen dan Indriana Dewi (22) asal Purbalingga.

    Saat ini, lanjut Nusron, dibutuhkan tenaga perawat Caregiver ke Taiwan sebanyak 200 orang di tahun 2017 ini, dengan besaran gaji yang diberikan sebesar 18.000 NT setiap bulannya dan kontrak kerja selama 3 tahun. Keberhasilan ini berkat koordinasi yang baik dengan berbagai pihak dengan melibatkan KDEI, Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, Walikota Taichung, TETO, PPTKIS dan agency di Taiwan.

    “Zero Cost terhadap TKI Caregiver di rumah pasien akan menjadi model yang diminati pengguna di Taiwan. Bukan tidak mungkin dalam tahun ini juga permintaan akan bertambah. Oleh karena itu peluang ini harus dapat diantisipasi oleh berbagai pihak yang berkepentingan untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten,” kata Nusron.

    Sumber: edupublik.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Trauma

    Cara Menghilangkan Trauma Masa Lalu

    Ilustrasi Trauma

    Cara Menghilangkan Trauma Masa Lalu,- Pengertian trauma adalah sebuah kondisi psikologis yang tertekan secara emosional. Biasanya diakibatkan oleh hal tidak mengenakkan yang terjadi pada masa lalu, beberapa yang menjadi penyebab trauma adalah sakit hati, dikhianati oleh orang lain, perselingkuhan, cinta, kecelakaan, dan lain-lainnya. Pengalaman rasa sakit dan kecewa akibat hal itu membekas dan menjadi sumber trauma pada orang tersebut.

    Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan didunia ini tidak selalu tentang kesenangan, terkadang kita juga akan menghadapi kesedihan yang pada akhirnya akan membekas dan menimbulkan trauma. Jadi bisa dikatakan bahwa truma adalah suatu hal yang wajar. Hanya saja yang jadi masalah adalah bagaimana kita bisa bangkit dan mengatasi truma itu. Karena pada umumnya, masih banyak orang yang belum bisa move on dan masih terjebak pada masa lalunya yang kelam.

    Akibatnya ya bisa kita lihat sendiri, mereka terjebak akan rasa ketakutan dalam hidupnnya yang menyebabkan munculnya gangguan mental lainnya. Ada mengalami phobia, takut sosialisasi, stres berat, bahkan hingga kematian. Itulah sebabnya mengapa disarankan untuk secepatnya mengatasi trauma yang terjadi agar tidak semakin berkembang.

    Lalu bagaimana cara menghilangkan trauma tersebut? Untuk cara mengatasi trauma, Anda tidak perlu khawatir. Karena pada kesempatan kali ini akan kami bagikan kepada Anda cara menghilangkan trauma dengan mudah dan cepat. Entah itu truma karena percintaan, perceraian, sakit hati, dikhianati, dan lain-lainnya. Simak saja selangkapnya dalam tips menghilangkan trauma berikut ini.

    Cara Menghilangkan Rasa Trauma

    arti trauma, definisi trauma, cara menghilangkan trauma masa lalu menurut islam, cara menghilangkan trauma kecelakaan, cara mengatasi trauma psikologis, tips menghilangkan trauma perselingkuhan, cara menghilangkan trauma cinta, cara melupakan trauma, cara menghilangkan trauma diselingkuhi

    Hindari Segala Hal yang Berhubungan dengan Trauma

    Langkah pertama yang harus Anda ambil dalam cara mengobati trauma adalah dengan menghindari segala hal yang berhubungan dengan traumatis masa lalu. Bisa itu tempat, bisa juga itu sebuah objek, yang harus Anda lakukan adalah dengan tidak melakukan hubungan dengan hal tersebut.

    Fokus Pada Hal yang Baik Saja

    Tidak semua hal yang terjadi pada masa lalu pasti tentang hal yang mengenakkan, pasti adalah hal yang baik dan membahagiakan juga. Jika yang Anda ingat adalah hal yang buruk maka akibatnya akan dihantui oleh trauma. Cara menyembuhkan trauma psikologis yang terbaik adalah dengan fokus pada hal yang baik saja dan melupakan hal yang menyedihkan.

    Berpikir Positif

    Jika ditanya apa sebenarnya penyebab dari penyakit mental? Maka jawaban yang paling tepat adalah karena pikiran negatif. tulah mengapa cara terbaik untuk melawan trauma adalah dengan berpikir posiif. Hilangkan segala pikiran negatif yang ada pada diri Anda dan ganti dengan pikiran positif tentang kehidupan kedepannya kita didunia ini.

    Liburan dengan Keluarga atau Teman Dekat

    Ketika Anda dalam masalah, misalnya sakit hati karena dikhianati dalam percintaan. Jangan ubah hal tersebut menjadi sebuah trauma. Ingatlah Anda tidak sendirian dalam hidup ini, ada keluarga dan teman yang mendukung kita. Cara menghilangkan trauma sakit hati karena dikhianati bisa Anda lakukan dengan berlibur dengan mereka, melupakan sejenak penat masalah dan menikmati keindahan alam.

    Berdoa

    Sebenarnya dalam setiap agama telah diajarkan pentingnya mengatasi trauma secepatnya. Misalnya dalam cara menghilangkan trauma masa lalu menurut islam, yaitu dengan berdoa. Doa menghilangkan trauma akan membantu menenangkan pikiran dan hati, sekaligus juga akan lebih mendekatkan diri kita kepada tuhan.

    Meditasi

    Saat trauma yang Anda alami terlalu berat, maka beberapa cara diatas akan kurang efektif dalam menghilangkan trauma masa lalu. Dibutuhkan teknik lebih efektif dalam melakukannya, salah satunya adalah dengan meditasi. Meditasi akan mengajarkan kepada Anda bagaimana cara merileksasikan tubuh dan pikiran sehingga mampu mengendalikannya dengan baik. Hasilnya Anda akand dengan mudah melupakan trauma masa lalu tersebut.

    Sayangnya tidak semua orang bisa dengan mudah belajar meditasi, karena sulitnya hampir sama ketika Anda belajar telepati. Tapi sekarang tidak lagi, karena telah hadir sebuah sarana meditasi digital untuk membantu Anda dalam mengatasi trauma. Namanya adalah Brainwave Traumatic Eliminating, sebuah terapi trauma khusus membantu mempermudah menghilangkan trauma yang Anda alami.

    Menghilangkan Trauma dengan Terapi

    [MP3] Brainwave Traumatic Eliminating TherapyBrainwave Traumatic Eliminating adalah sebuah terapi yang berbasis teknologi gelombang otak dan binaural beats. Terapi berbentuk audio terapi yang cara penggunaanya bisa dilakukan sendirian hanya dengan mendengarkan saja. Sangat mudah jika dibandingkan dengan terapi trauma lainnya.

    Brainwave Traumatic Eliminating Therapy bekerja dengan mengakses pikiran bawah sadar dan melakukan pemrograman dengan skript visualisasi yang telah kami buat kusus.  Ketika Anda menggunakan CD Terapi Brainwave Traumatic Eliminating, Anda akan lebih mudah untuk mengakses pikiran bawah sadar Anda dan menemukan kejadian awal dari trauma yang Anda alami. Mengatasi memori lama ini secara sadar dan akan membuat Anda untuk lebih memahami kejadian tersebut serta mulai melihatnya dengan cara yang tidak lagi mengancam. Bila ini tercapai, maka rasa trauma Anda akan hilang dengan mudah.

    Sudah banyak yang membuktikan keberhasilan Brainwave Traumatic Eliminating ini. Jika Anda merasa sangat sulit untuk menghilangkan trauma, mungkin ini adalah apa yang Anda butuhkan. Ayo segera buktikan keampuhan terapi ini dengan memesannya di Brainwave Traumatic Eliminating – Menghilangkan Trauma

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Uncategorized

    Pengiriman TKI Ilegal ke Timur Tengah Manfaatkan Celah Moratorium

    Pengiriman TKI Ilegal ke Timur Tengah Manfaatkan Celah Moratorium

    JAKARTA – Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie mengatakan, Indonesia menerima banyak permintaan tenaga kerja dari negara-negara di Timur Tengah.

    Khususnya sebagai pembantu rumah tangga. Padahal, pemerintah memberlakukan moratorium pengiriman TKI sektor informal ke sejumlah negara di Timur Tengah.

    “Karena adanya moratorium, kalau tidak ada solusi bagi negara tersebut untuk mendapat tenaga kerja sementara mereka lihat sektor informal di suatu wilayah itu baik, maka ada upaya yang menjadikan demand tinggi,” ujar Ronny, di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Minggu (4/6/2017).

    Tingginya permintaan itu terbentur dengan adanya moratorium pemerintah. Oleh karena itu, muncul oknum perusahaan penempatan TKI swasta (PPTKIS) maupun biro perjalanan untuk menyelundupkan TKI secara nonprosedural ke luar negeri, khususnya ke Timur Tengah.

    Upaya yang dilakukan imigrasi yakni dengan menunda penerbitan paspor dan menunda keberangkatan calon TKI.

    “Mereka (oknum) memanfaatkan peluang adanya demand. Dan mereka tidak berupaya kerja sama dengan pemerintah untuk mencegah sehingga terjadinya TKI non prosedural,” kata Ronny.

    Selain itu, kata Ronny, tak bisa dipungkiri bahwa peluang tersebut juga dimanfaatkan oleh oknum aparat pemerintah, termasuk pihak imigrasi. Berdasarkan laporan di lapangan, ada upaya menyuap petugas imigrasi di sejumlah tempat pemeriksaan imigrasi.

    “Ada yang nawarin Rp 3 juta, ada yang Rp 1 juta. Itu harus kita teliti bersama,” ucap Ronny.

    Oleh karena itu, kata Ronny, pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) maupun Kementerian Tenaga Kerja harus memberi pemahaman kepada calon TKI soal kebijakan moratorium tersebut.

    Dia tidak ingin TKI dimanfaatkan oknum tertentu untuk dipekerjakan di Timur Tengah sebagai pembantu rumah tangga secara ilegal. Pekerja ilegal, kata Ronny, rentan menjadi korban perdagangan orang dan tindak semena-mena dari majikan.

    Sekretaris Utama (Sestama) BNP2TKI Hermono mengatakan kasus TKI ilegal banyak dijumpai di Timur Tengah. Menurut dia, negara-negara di sana lebih menyenangi tenaga kerja asal Indonesia sebagai pembantu rumah tangga karena kesamaan budaya dan agama.

    Hal tersebut, kata Hermono, dijadikan peluang untuk memperdagangkan TKI ke Timur Tengah dengan harga tinggi, sekitar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta.

    Padahal, pihak yang memberangkatkan hanya keluar modal Rp 50 juta per orang yang diberangkatkan.

    “Padahal bisa kerja di negara yang tidak moratorium. Jangan sampai jadi TKI ilegal, dieksploitasi, tidak dibayar,” kata Hermono.

    Angka keberangkatan TKI resmi cenderung turun

    Hermono mengatakan, sejak 2014-2016 jumlah TKI yang diberangkatkan secara resmi ke luar negeri kian menurun. Pada 2014, jumlah TKI yang diberangkatkan sebesar 429.872 orang, pada 2015 sebanyak 275.736 orang, dan 2016 sebanyak 244.451 orang.

    Penurunan yang signifikan patut dicurigai, kata Hermono, karena jumlah kasus keberangkatan TKI ilegal kian meningkat.

    “Artinya, meski jumlah keberangkatan turun, kasusnya (TKI ilegal) naik,” kata Hermono.

    Hermono mengatakan, berdasarkan analisa BNP2TKI, 90 persen TKI menghadapi masalah di luar negeri karena berangkat secara non prosedural. Dia meminta calon TKI memahami bahwa langkah yang dilakukan pemerintah seperti menunda keberangkatan atau menunda penerbitan paspor bukan karena ingin menghalangi kesempatan bekerja di luar negeri.

    “Kami tidak ingin persulit mereka bekeja, kami semata-mata ingin lindungi mereka,” kata Hermono.

    Pemerintah menerapkan kebijakan moratorium pengiriman TKI ke-21 negara di Timur Tengah, antara lain ke Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Libya dan Pakistan. Terbitnya Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 22/2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri memberi aturan ketat terhadap Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

    Kemenaker juga membuat program pemberian sanksi berupa pencabutan surat izin pengerahan (SIP) TKI jika terbukti melakukan pelanggaran.

    Sumber: Kompas

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Info Buruh Info TKI

    Penyelesaian RUU Pekerja Migran Lamban, Ini Respons Kemnaker

    Tenaga kerja indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. – JIBI

    JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan menepis anggapan lambannya penyelesaian pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPPMI) karena adanya sikap kompromi politik dari berbagai pihak yang telibat dalam pembahasan RUU tersebut.

    Lambannya penyelesaian karena RUU PPMI ini bersifat teknis yakni bagaimana negara hadir kembali untuk fokus dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri agar bisa terlindungi secara optimal baik sebelum maupun selama di luar negeri.

    “Jangan sampai lamanya RUU menjadi UU PPMI ini dipolitisir oleh berbagai pihak baik DPR maupun BNP2TKI,” ujar Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Ditjen Binapenta dan PKK Kemnaker R. Soes Hindharno dalam keterangan resmi, Senin (5/7/2017).

    Soes menuturkan sejak 2010 pembahasan RUU PPMI oleh DPR periode 2009–2014 hanya memunculkan judul RUU. Namun, pada periode berikutnya telah memunculkan 907 daftar inventarisasi masalah (DIM) dan diringkas oleh periode menjadi 382 DIM. Selanjutnya Kemnaker menyisir kembali menjadi 391 DIM karena adanya beberapa nomor yang ganda.

    “Berapapun jumlah DIM-ya tidak masalah, sepanjang substansinya tidak kompromis. Tetapi tetap teknis dan memberikan perlindungan anak bangsa yang bekerja di luar negeri, ” ujarnya.

    Menurut Soes, salah satu agenda prioritas pemerintah saat ini ialah revisi UU No. 39/2004 menjadi RUU PPMI dan pembahasan cost structure negara-negara penempatan TKI.

    “Kami akan menyampaikan beberapa isu krusial terkait RUU PPMI dan cost structure serta sebagai feedback-nya. Kami juga mengharapkan saran dan rekomendasi dari rekan-rekan CSO sekalian,” tambahnya.

    Soes menjelaskan dalam RUU PPMI ini TKI tak lagi bersifat obyek, melainkan sebagai subyek sehingga TKI yang ingin bekerja ke luar negeri harus sudah sehat, pintar dan kompeten. Artinya TKI datang sendiri mendaftar untuk jenis-jenis pekerjaan yang dipilihnya di negara tujuan.

    Soes mengungkapkan pembahasan RUU PPMI antara Kemnaker dengan Komisi IX DPR terakhir digelar pada 16-18 April 2017 lalu. Pembahasan RUU melibatkan MenkoPerekonomian, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Badan Nasional Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan LSM pemerhati TKI.

    Sumber: bisnis.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Imigrasi Paspor

    3 Langkah Ditjen Imigrasi Cegah TPPO Lewat Pengiriman TKI

    Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM (Fitrang/detikcom)

    Jakarta – Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) adalah kejahatan luar biasa. Wujud perdagangan manusia yang marak terjadi antarnegara adalah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi punya langkah mengatasi masalah ini.

    “Banyak korban kena tindakan perdagangan orang sudah terdata, baik oleh media maupun data di perwakilan Indonesia yang berada di negara-negara yang warga Indonesia menjadi korban,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie dalam jumpa pers di kantornya di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (4/6/2017).

    Ronny menyebut kawasan Asia-Timur Tengah menjadi tempat yang sering terjadi perdagangan manusia Indonesia ilegal. Maka kejahatan ini harus dihentikan, langkahnya pertama, langkah pencegahan.

    “Menyadarkan calon TKI yang akan ke luar negeri,” tutur Ronny.

    Mereka diimbau untuk masuk lewat Dinas Tenaga Kerja dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Modus-modus penggunaan paspor di luar prosedur juga ditangkal. Modus penyalahgunaan paspor antara lain umrah, ziarah, dan wisata. Pihak Imigrasi telah menunda pemberian paspor kepada 3.825 warga negara Indonesia. Ini dilakukan demi meminimalisir perdagangan manusia.

    “Kedua, untuk pemberangkatan, kita mencegah 783 calon TKI nonprosedural, yaitu di 576 Bandara, sisanya 167 di pelabuhan,” tuturnya.

    Langkah ketiga adalah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait. Ditjen Imigrasi bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, TNI, Polri, Kemenaker, BNP2TKI, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan Kementerian Dalam Negeri. Pedoman kerja Ditjen Imigrasi adalah Surat Edaran Dirjen Imigrasi tentang Pencegahan TKI Nonprosedural tanggal 24 Februari 2017.

    “Tindak pidana perdagangan orang adalah kejahatan transnasional, organized crime yang bersifat luar biasa, sehingga dalam penanganannya memerlukan cara yang luar biasa,” kata Ronny.

    Sumber: detik.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TKI HONGKONG

    Camat Wan Chai keluhkan WNI bawah jembatan

    Photo suaracom.hk

    Hongkong -HEAD District alias Camat Wan Chai mengirimkan surat resmi ke KJRI, untuk mengeluhkan banyaknya sampah serta rusaknya bunga-bunga yang ditanam sebagai penghijau di bawah jembatan layang di depan Victoria Park. Dalam surat tersebut, Camat Wan Chai meminta KJRI menghimbau agar para WNI yang sedang berlibur untuk tidak menginjak-injak bunga, membuang sampah sembarangan apalagi berjualan di bawah jembatan tersebut.

    “Terus terang, sebagai WNI, saya malu, malu, mendapat surat keluhan seperti itu. Seakan-akan kita WNI ini tidak tahu aturan. Sudah mereka perbaiki dan pasang pagar pembatas, malah dilangkahi dan bunga-bunganya tetap dirusak,” kata Konsul Jenderal Tri Tharyat kepada SUARA, Jumat, (12/5/2017).

    Konjen menyatakan, KJRI telah mengirimkan beberapa staf ke bawah jembatan di depan Victoria Park tersebut untuk membagi-bagikan selebaran dan menghimbau langsung. Namun upaya itu mandeg karena beberapa WNI justru balik memaki-maki para staf KJRI.

    “Terus terang saya sampai habis akal. Kita sebagai WNI di negara orang lain, seharusnya mematuhi peraturan setempat,” kata Konjen lagi.

    Konjen mengaku, Camat Wan Chai telah mengirimkan surat resmi tersebut sekitar 3 minggu yang lalu atau pada awal April 2017. Surat itu mengeluhkan kondisi bawah jembatan di depan Victoria Park yang kerap digunakan untuk tempat nongkrong bahkan berjualan setiap hari minggunya. Akibatnya, Pemerintah Distrik Wan Chai kewalahan membersihkan sampah dan juga harus terus-terusan memperbaiki bunga-bunga yang hancur. Bunga-bunga tersebut seharusnya menjadi penghias yang ditanam di bawah jembatan tersebut.

    Dalam surat keluhan kepada KJRI, Camat Wan Chai meminta agar para WNI tidak lagi merusak bunga dan tanaman yang ditaruh di sana sebagai penghias, dan juga untuk tidak berjualan di bawah jembatan tersebut.

    “Mereka meminta BMI yang sedang berlibur untuk tidak duduk-duduk nongkrong di sana lagi, karena toh sudah disediakan lahan yang luas di Victoria Park. Bukannya tidak ada tempat. Patuhilah peraturan yang ada,” kata Konjen.

    Menurut pengamatan SUARA pada Minggu, (14/5/2017), Pemerintah Distrik Wan Chai telah memasang pagar besi permanen di sebagian besar area di bawah jembatan layang depan Victoria Park. Selain itu, mulai dipasang pot-pot tanaman hias sebagai upaya menghalangi para BMI yang sedang berlibur untuk masuk duduk-duduk di area tanah di bawah jembatan tersebut.

    Meski demikian, area sepanjang bawah jembatan itu tetap ramai. Bahkan mulai nampak 2 pedagang beretnis Asia Selatan yang menawarkan berbagai baju dan kain kepada para BMI yang sedang berlibur.*

    Sumber:suara.com.hk

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TKI Philipina

    Buruh migran Filipina di Macau bersyahadat di hadapan dai Indonesia

    photo dok rimanews

    Rimanews – Di hadapan duta dai yang dikirim Dompet Dhuafa dan ratusan jamaah yang hadir, seorang warga Filipina, Desi mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislaman. Desi resmi menjadi mualaf dalam keadaan sedang puasa di siang itu.

    Dai Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa), Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, yang menuntunnya bersyahadat, memberinya nama Islam “Fathima”.

    “Harapannya agar dia bisa seperti putri Rasulullah Saw dan istri Sayyidina Ali itu,” kata Syarif yang juga dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, Rabu (31/05/2017) malam.

    “Meskipun keislamannya bukan karena saya, tapi ikut menghantarkannya menjadi muslimah tentu merupakan karunia tersendiri bagi saya. Apalagi ini pengalaman pertama saya mengislamkan. Semoga iman dan Islam dibawanya hingga nafas terakhirnya,” sambung Syarif.

    Proses pengislaman sendiri berlangsung pada Ahad (27/05) siang di Masjid Mo Lo Yuen, Macau. Desi duduk bersama ratusan muslimah buruh migran yang tengah mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan.

    Sama seperti para TKW yang menemaninya, Desi sudah setahun ini bekerja di Macau. Sebetulnya Desi sudah tertarik pada Islam sejak ia bekerja di Malaysia beberapa tahun lalu. Kebetulan majikannya keluarga muslim.

    Di Malaysia itu pula ia melihat bahwa Islam adalah agama terbaik. Kesan itu tersimpan rapat-rapat dalam kalbu sanubarinya. Namun, itu belum membuatnya bersyahadat, padahal Malaysia negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

    Baru ketika berada di Macau, negara yang terkenal sebagai pusat judi di Asia, hatinya justru semakin kuat untuk memeluk Islam. Kebetulan teman dekatnya yang orang Indonesia membantu Desi untuk kenal Islam.

    Setahun ini ia tekun belajar tentang Islam. Dibacanya berbagai buku tentang Islam baik yang didapatnya sendiri atau yang dipinjam dari temanya. Dan, Ahad kemarin Allah Swt. benar-benar memantapkan hatinya untuk memeluk Islam.

    Sumber:RIMANEWS

    Silakan Komentar
    Published by:
  • WNI

    7 WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina


    Jakarta
    – Tujuh warga Indonesia dipastikan menjadi buron kepolisian Filipina atas kasus terorisme. Bahkan, Kepolisian Filipina telah mempublikasi empat dari tujuh nama dan foto WNI itu ke akun Facebook mereka sejak Senin 29 Mei 2017 lalu.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul membenarkan adanya informasi itu.

    “Benar. Kami juga sudah terima informasi itu. Informasi dari kepolisian Filipina,” ujar Martinus, di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

    Martinus menambahkan, keempat WNI yang telah dinyatakan terlibat kasus terorisme di Filipina yaitu AIY (25), YHT (31), AS (32), YPW (21). Polri, kata Martinus, akan segera menindaklanjutinya.

    “Segera kami sebar informasinya lagi dan tindaklanjuti,” ucap Martinus.

    Sementara, 3 WNI lainnya dicurigai telah bergabung dalam kelompok teror di Filipina. Adapun ketiga terduga teroris tersebut berinisial MJF (26), MG (22), MIS (21).

    “Namun terkait keberadaannya, apakah masih di Filipina atau sudah di Indonesia kami belum tahu,” tambah Martinus.

    Polri sebelumnya telah menggeser pasukan ke wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina. Langkah tersebut dilakukan setelah salah satu kota di Filipina, Marawi, kini berstatus darurat militer pasca kelompok radikal berafilisi kepada ISIS menyerang.

    “Polri dalam hal ini Brimob Direktorat Kepolisian Air melakukan upaya-upaya​ menjaga dan memonitor wilayah-wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina,” kata Martinus.

    Namun, lanjut Martinus, Polri tidak bisa bekerja sendiri. pihaknya membutuhkan bantuan masyarakat untuk aktif memberikan informasi​ berkait kehadiran jaringan terduga teroris tersebut di Tanah Air.

    “Ini yang kita upayakan kita menjalin kontak dengan masyarakat dan kemudian juga menjaga perbatasan,” kata dia.
    Sumber: Liputan6.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • TPPO

    Bareskrim Tangkap Fauzi Salim Terkait Kasus TPPO TKI ke Timur Tengah

    Ilustrasi

    JAKARTA -Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri kembali melakukan penangkapan tersangka kasus perdagangan orang atas nama Fauzi Salim.

    Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus perdagangan orang khususnya tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah.

    “Kita melakukan pengembangan kasus dengan menangkap tersangka Fauzi Salim alias Fauzi yang merupakan Direktur Utama PT Fajar Semesta Raya Perkasa,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, Kombes Ferdy Sambo dalam keterangannya, Selasa (30/5/2017).

    Ferdy menjelaskan, Fauzi ditangkap di rumahnya Jalan Moh Saleh, Kelurahan Kamat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat hari ini sekira pukul 17.00 WIB.

    “Tersangka menempatkan TKI ke luar negeri sebagaimana dimaksud Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 dan atau Pasal 103 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004,” katanya.

    Fauzi, tambah Ferdy, berkaitan dengan kasus pengiriman tujuh TKI yang sebelumnya diselamatkan di KLIA oleh KBRI Kuala Lumpur. Tujuh orang itu hendak dibawa ke Timur Tengah.

    “Tersangka kita bawa ke kantor Subdit III Direktorat Tipidum Bareskrim untuk penyidikan lebih lanjut dan melakukan penggeledahan terhadap pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut,” katanya.

    Sebelumnya, Bareskrim juga menetapkan 10 orang tersangka terkait 148 korban TPPO dengan modus visa umrah melalui jalur tikus.

    sumber: okezone.com

    Silakan Komentar
    Published by:
  • Uncategorized

    Sempat Terganjal Biaya, Jasad TKI Asal Blitar Dipulangkan

    Ilustrator

    BLITAR -Lukas Christianto (30), TKI asal Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia di Brunei Darussalam. Setelah melalui proses panjang antara lain karena terganjal biaya, jenazah Lukas akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halaman.

    “Pemulangan jenazah sempat terkendala dokumen yang sudah tidak aktif,” ujar Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Miftahudin, Senin (29/5/2017). 

    Lukas meninggal dunia di kamar kontrakannya pada 21 Mei 2017. Pada tubuh Lukas tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Kematian buruh migran jalur legal itu diduga disebabkan penyakit.

    Menurut Miftahuddin, biaya mahal juga sempat menghambat proses pemulangan jenazah TKI asal Blitar tersebut. Adanya campur tangan KBRI membuat jenazah bisa segera  dibawa pulang. “KBRI mengulurkan bantuan setelah pihak keluarga melampirkan surat keterangan tidak mampu,” kata Miftahudin.

    Penjemputan jenazah berlangsung di Bandar Udara Internasional Juanda Sidoarjo. Barang barang milik korban akan dipulangkan kemudian.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Sugianto menilai langkah yang diambil Pemkab Blitar sudah tepat. Menurut dia, sudah menjadi kewajiban pemerintah membantu warganya yang tertimpa permasalahan di luar negeri, termasuk kasus kematian dan persoalan hukum. “Sebab apa yang dilakukan merupakan wujud tanggung jawab pemerintah kepada warganya,” ujarnya.
    Sumber: sindonews

    –>

    Silakan Komentar
    Published by: